Manis, berambut panjang, brhati baik dan punya teman kaos kaki ajaib yang siap membantu apa saja dan kapan saja.
Tampan, lugu, lucu, alim, suka menolong, rendah hati dan punya teman-teman dan barang-barang ajaib yang bisa mewujudkan semua keinginan. Setidaknya demikianlah gambaran dari 2 tokoh imajinasi dalam sinetron mini seri si eneng dan si entong, yang wara wiri di televisi dan spotnya diputar hampir setiap hari. 2 Sinetron ini hanya sebagian kecil dari puluhan tayangan yang diproduksi untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan muncul pula sinetron anak yang bermuatan dewasa dimana baik adegan, cerita, narasinya sama sekali jauh dari dunia anak-anak seperti ada adegan putus cinta, patah hati bahkan..ciuman. Bahkan tayangan berbau mistispun sepertinya tak mau kalah, siap untuk ditonton oleh anak-anak.
Produk luar negeripun tak kalah, tokoh rekaan produksi hollywood sekaliber warner bros pun bergentayangan dilayar kaca berlomba untuk memberikan suguhan tayangan yang iming-imingnya untuk menghibur sianak, bermacam tokoh pun muncul dari mulai yang heroik, lucu, pintar, nakal bahkan full kekerasan pun ada disana dan semuanya menjadi idola bagi sianak, imajinasinya pun berkembang, berharap “seandainya aku bisa seperti itu”. Sayangnya taka ada satu institusipun yang tegas mengatur hal ini, bahkan KPID sebagai “Polisinya Media” pun belum mampu membendung arus ini.
Jangan bertanya mengapa anak-anak sekarang begitu mudah bobrok moralitasnya, jangan bertanya mengapa susah diatur, jangan bertanya mengapa mereka lebih mengenal kekerasan dari pada rasa hormat. Inilah yang kita suguhkan, inilah yang mereka konsumsi. Betapa menyedihkan mengingat anak adalah Young Generation, but they have lost they world, keberadaan meraka kini lebih banyak menjadi lahan komersial buat para pebisnis, anak-anak dieksploitasi untuk kepentingan bisnis semata dengan berbagai cara.. nyata maupun tidak nyata dan menjadi “pemuas nafsu” orang-orang dewasa yang seharusnya menjadi pelindung mereka.
Rasa Kekawatiran dan kepeduliaan terhadap masalah ini lahirlah sebuah consorsium yang menjadi wadah untuk mengembalikan the lost world ini. Sebuah pertemuan pun dilakukan dengan mempertemukan berbagai media di aceh baik cetak, televisi dan radio bahkan dari berbagai unsur lembaga kemasyarakatan pun berkumpul akhir november lalu. Semua sepakat untuk menciptakan media yang ramah terhadap anak.
Tapi pertanyaan besar nya adalah Bagaimana dan seperti apa media ramah anak itu?? Berbagai opini bermunculan tentang pengertian media ramah anak. Pertanyaan berikutnya adalah media seperti apa?? Idepun muncul kepermukaan, majalah anak, radio komunitas, program anak yang semuanya melibatkan anak didalam tekhnisnya dan banyak lagi. Semua ide bagus dan menunjukkan bahwa sebenarnya semua media sudah menyediakan porsi atau ruang untuk anak-anak, seperti teman dari binkara fm mengaku ada program anak di daftar program mereka, demikian pula teman dari jati fm dengan dongeng anaknya, harian waspada dengan kolom anaknya setiap minggu.. Tapi tetap pertanyaan besarnya adalah apakah porsi itu sudah sesuai dengan Perspektif anak? Sebenarnya apa yang diinginkan seorang anak saat mereka menikmati sebuah produk media? Sayangnya dalam pertemuan itu tidak dihadirkan anak-anak untuk mewakili aspirasi mereka (mungkin lain waktu ya??) Dan apakah media sudah siap untuk menyediakan sebuah ruang yang ramah anak dengan meletakkan komersialisasi di urutan terakhir atau membuangnya sama sekali agar perspektif mereka benar-benar murni tanpa embel-embel bisnis.
Semuanya kembali ke si pemilik media, tapi yang pasti teman-teman sudah sepakat (bahkan udah tanda tangan komitmen bersama lho termasuk FATALI nih) bahwa media harus menyediakan ruang atau porsi yang tentu saja ramah dan perspektif anak. Ok ..all agree, tapi gimana realisasinya yaaahh..kita liat aja nanti yang penting niatkan ada (heheh..klo niat terus kapan jalannya ya??)
Buat siapa aja yang baca tulisan ini, kasih saran doonk program apa yang baik untuk dikonsumsi oleh anak, ramah dan nyaman untuk mereka. Moga juga bisa jadi masukan untuk Radio Fatali. Anak-anak harus diselamatkan, kembalikan dunia mereka..The Lost World.
November akhir
Sunday, December 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment