Wednesday, February 13, 2008

Valentine Day Persembahan Cinta Untuk ST. Valentine (Sang Pendeta)

14 Februari …. Sepertinya hampir semua orang di dunia ini hapal dengan tanggal itu, dikota-kota besar dapat kita lihat kemeriahan-kemeriahan menyambut hari itu, mal-mal, kafe-kafe di penuhi dengan hiasan warna yang berbau (katanya sih) “CINTA”… pernak-pernik berbentuk hati, dengan warna pink berbagai bentuk dapat ditemui dengan mudah di setiap sudut pertokoan. Bukan cuma hanya pajangan saja, tapi begitu banyak orang-orang yang berburu dan mencari benda-benda khusus untuk diberikan kepada seseorang dihari yang “special” itu. Tak terkecuali para remaja muslim yang turut “berpartisipasi”dalam pesta tahunan ini. Dan tanpa bisa dibendung mau tak mau akhirnya budaya ini juga merambat dan masuk ke daerah kita Nanggroe Aceh Darussalam. Ya..walaupun tak semeriah di kota-kota lain tapi bisa kita temui ada remaja dan orang-orang dewasa yang dengan bangga “memeriahkan” hari itu.

Sebenarnya apa sih itu 14 Februari ??? Menurut kabar yang beredar di pasaran, 14 Februari adalah Hari Valentine atau ada yang menyebut hari kasih sayang, hari dimana orang mencurahkan kasih-sayangnya kepada pasangannya, kekasihnya dan semacamnya. Tapi sadarkah kita ada realita yang menyedihkan dan mengerikan dibalik perayaan hari Valintine ini, kasih sayang seperti apa? Dan untuk siapa?

U want to know more ?? lets found out.
So First .. ayo kita liat dulu History behind Valentine Day.
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua (ini versi yang paling terkenal) Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya.
Versi ketiga menyebutkan ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani."


Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah “Isa Al Masih" .
My Friend, dari Sejarahnya aja dah bisa diambil kesimpulan kalo Valentine itu perjuangan sang Pendeta untuk menyebarkan Agama Nasrani.. So what ?? Apa kita juga mau ikut berjuang bersamanya ??? Lagian dipandang dari segi bisini karakter remaja yang doyan having fun gampang dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk menjerat remaja muslim dalam gaya hidup hedonis demi meraih keuntungan yang bombastis.
Seperti kebiasaan mengirim kartu Valentine disertai ucapan “Be My Valentine?”. Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan bahwa kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, kalo kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa” dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Syirik tuh!!!
Kamu juga kudu tahu kalo Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah yang biasa menjadi lambang Valentine adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Bejat banget…!!!!
Banyak Realita menyedihkan lagi dibalik perayaan VD ini, tapi intinya VD adalah ajakan untuk masuk ke agama Nasrani.
Padahal jelas sekali Allah menurunkan Islam ke dunia ini melalui Rasulnya untuk menjadi Rahmatan Lil’Alamin, Rahmat bagi seluruh umat manusia, Allah juga menciptakan cinta dihati manusia agar kita bisa hidup dengan aman dan damai. Cinta adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri bukan untuk dipoya-poyakan dengan benda-benda ataupun simbol-simbol dan perayaan. Tuhan memberi cinta sebagai jalan agar kita selalu dekat dengannya. Cinta tanpa Nafsu, tanpa Pamrih, penuh ketulusan dan keikhlasan. Cinta yang bisa membawa berkah bagi seluruh umat manusia, seperti cinta seorang Ibu kepada anaknya, cinta anak ke orang tuanya, cinta Istri kepada suaminya, dan cinta kasih kepada alam, kepada Makhluk lain sehingga bumi ini menjadi tempat indah untuk ditempati.
So Friend … kita ga perlu hari Valentine untuk mengungkapkan kasih sayang kita kan?? Karena Allah telah menjadikan setiap harinya dengan penuh cinta.
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).
So my friend.. kalo kamu dah terlanjur ngumpulin uang buat beli kado valentine ya udah… gimana kalau uangnya dibeliin sembako trus dibagiin ma fakir miskin yang membutuhkan. Itu loh yang namanya Cinta Sejati. Bukannya Persembahan untuk sang Pendeta. !!!! Jadi generasi Islam ( muslim ) sudah saatnya sadar dan terbangun dari mimpi dan tipu daya agama nasrani tersebut. Pasti kamu – kamu ngak kuno banget dan ngak juga ketingalan oleh dunia ngetren juga bukan orang pelit apabila tidak merayakan Valentine.
Sumber :
www.eramuslim.com, www.dudung.net, The World Book Ensyklopedia And the other source.

No comments: